![]() |
| Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari berdialog dengan Ketua DPRD Buleleng dan Kadis Pertanian Buleleng. (Sumber: Prokom Setda Buleleng) |
GEROKGAK – Potensi pertanian di wilayah barat Kabupaten Buleleng kembali mencuri perhatian nasional. Pada Selasa (7/4), Desa Sumberkima mendapatkan kunjungan spesial dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, yang meninjau langsung hamparan kebun bawang merah seluas tiga hektar di wilayah tersebut.
Kehadiran sosok penting dari istana ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, yang mewakili Bupati Buleleng. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya pemerintah pusat untuk memastikan rantai pasok pangan dari desa tetap kuat.
Petani Buleleng: Pahlawan Gizi Nasional
Dalam suasana dialog yang akrab di tengah lahan hijau, Muhammad Qodari menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani di Gerokgak. Menurutnya, kerja keras petani di Buleleng adalah kunci stabilitas pangan nasional.
![]() |
| Peninjauan lahan bawang merah seluas 3 hektar di Desa Sumberkima, Gerokgak, Buleleng. (Sumber: Prokom Setda Buleleng) |
"Bapak dan Ibu di sini bukan sekadar menanam, tapi penopang utama gizi masyarakat Indonesia. Peran ini sangat strategis, terutama dalam mendukung program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis," ujar Qodari dengan penuh semangat.
Tak hanya memberi pujian, Qodari juga menyerap aspirasi petani terkait biaya produksi, fluktuasi harga bibit, hingga tantangan saat masa panen tiba.
Tantangan Produktivitas di Tengah Perluasan Lahan
Meski luas lahan bawang di Buleleng meningkat, Qodari memberikan catatan penting terkait penurunan produktivitas sebesar 8,4% pada tahun 2024. Hal ini menjadi "PR" bersama agar ke depan, penambahan luas lahan juga dibarengi dengan hasil panen yang lebih melimpah.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa Pemkab Buleleng terus berupaya memberikan pendampingan teknis dan kemudahan akses modal bagi para petani.
"Karakter wilayah kita di Buleleng sangat unik, dari gunung hingga pesisir (nyegara gunung). Kami sudah siapkan skema penguatan kawasan agar bawang Gerokgak ini bisa terus menyuplai kebutuhan nasional secara konsisten," jelas Melandrat.
Butuh Dukungan Alat Mesin Pertanian (Alsintan)
Mengingat lahan di wilayah Gerokgak didominasi oleh lahan kering, Pemkab Buleleng juga memanfaatkan momentum kunjungan ini untuk mengusulkan dukungan sarana prasarana yang lebih modern, seperti bantuan traktor.
Dengan adanya sentuhan teknologi dan perhatian langsung dari pemerintah pusat, diharapkan kesejahteraan petani bawang di Bali Utara semakin meningkat dan Buleleng tetap menjadi lumbung pangan yang diperhitungkan di tingkat nasional.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar