| Lestarikan Tradisi: Peserta antusias mengikuti lomba nyuun sokasi dalam rangkaian Hari Kartini di Buleleng sebagai upaya menjaga warisan budaya. (Sumber: Prokom Buleleng) |
SINGARAJA – Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Kabupaten Buleleng berlangsung meriah dengan sentuhan budaya Bali yang kental. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rumah Jabatan Bupati, Kamis (23/4), TP PKK bersama GOW dan DWP Buleleng menggelar lomba merangkai lelunakan dan nyuun sokasi.
Lomba ini menjadi daya tarik utama karena menonjolkan keterampilan tradisional perempuan Bali dalam berbusana adat dan membawa banten, sekaligus menjadi simbol kemandirian Kartini masa kini.
"Melalui lomba lelunakan dan nyuun sokasi ini, kami ingin tradisi luhur tetap terpelihara dan menjadi warisan kebanggaan bagi anak cucu kita," ujar Ketua TP PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra.
Apresiasi untuk Perempuan Tangguh
Tak hanya soal lomba, acara ini juga diisi dengan pembacaan kutipan inspiratif RA Kartini serta pemberian penghargaan kepada sosok-sosok inspiratif. Sejumlah Puskesmas mendapatkan penghargaan atas capaian imunisasi tertinggi, sementara puluhan pekerja lepas pasar dan tenaga kebersihan menerima bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh perempuan di Buleleng yang telah berperan aktif mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah melalui organisasi masing-masing.
"Terima kasih kepada wanita-wanita hebat yang setia mendukung suami dan menyukseskan program pemerintah. Semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap pengabdian kita," pungkas Bupati Sutjidra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar