| Semangat Moderasi: Wakil Bupati Gede Supriatna berfoto bersama Kafilah Kecamatan Tejakula saat pembukaan MTQ XXXI Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik. Sumber : Prokom Buleleng. |
SINGARAJA – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2026. Pembukaan ajang religius ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wabup Supriatna di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Sabtu (2/5).
MTQ tahun ini mengusung tema “Mengaktualisasikan Nilai-nilai Al-Qur'an di Bumi Panji Sakti: Mengukuhkan Moderasi, Merajut Harmoni Bangsa”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 3 Mei 2026 ini diikuti oleh 198 peserta yang merupakan utusan terbaik dari enam kafilah kecamatan.
Moderasi Beragama Sebagai Landasan Daerah
Dalam sambutannya, Wabup Gede Supriatna menekankan bahwa MTQ memiliki peran strategis yang melampaui sekadar lomba seni baca Al-Qur'an. Ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kasih sayang dalam Al-Qur'an sebagai pondasi menjaga kerukunan di Buleleng.
"Mari menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan sangat harmonis di Buleleng. Saya berharap semangat moderasi beragama semakin membumi di daerah kita," tegas Wabup Supriatna.
Barometer Pembelajaran Al-Qur'an
Ketua Panitia MTQ XXXI, Letkol Inf Achmad Setiawan Syah, menjelaskan terdapat enam cabang lomba yang dikompetisikan. Selain sebagai ajang prestasi, musabaqah ini menjadi barometer untuk mengukur efektivitas pembelajaran Al-Qur'an yang berlangsung di tengah masyarakat.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Ketua LPTQ Provinsi Bali, Ketua FKUB Buleleng, serta jajaran camat dan tokoh agama lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar